
Kamis 15/10/07 pukul 02.00 di Lembah Manah Khwajagan - Pekanbaru :
Malam yang dihidupkam diatas zawiyah,
Dengan nyala cinta dan kerendahatian,
Disela redup senyapnya jagad raya,
Gemerlap megahnya istighfar menyapu kekhilafan,
Syahdunya shalawat kerinduan menyalakan sinaran,
Dan kalimat tauhid turut menghidup besarkan nyalanya...
Temaramlah jiwa...

Dalam lembah Khwajagan yang terasing,
Semak belukar dan rimbun hutan,
Juga mengalir air yang tiada berputus
Mengikuti membangun malam agung
Ikan-ikan dikolam...tak ada yang berloncatan...
Larut ...dalam dzikir dan doa yang dinaikkan di 'Arsy serentak ...Allah...Allah...Allah
Airmata meleleh menganak sungai
Tetes menetes jatuh disela tangan-tangan yang tengadah
Penuh iba
Suara isak bergetar bagai dawai dipetik mengharap ridha
Gemulung tiada berputus menjemput rahmat dan ampunan
Kesenyapan malam yang berselimut gelap
Serta sejuknya hembusan angin
Tanda kebesaranMu akan sebuah pergantian
Bising menjadi hening
Terik menjadi dingin
Keruh menjadi bening
Seakan malam pun bersimpuh keharibaanMu
Tiadalah semua yang tenang itu diam
Dalam kedamaian Asma AgungMu disemaikan
Subhanallah...Subhanallah...Subhanallah


(Terima kasih seumur hidupku Wahai yang lebih dari orang tuaku, Wahai yang lebih dari guruku, Wahai yang paling kuhormati dan sayangi ... Syekh Mustafa Haqqani ... yang mengenalkanku bagaimana cara menikmati pijar utuhnya Tauhid, indahnya bersunnah mengikut Rasul mulia dan hidup kasih sayang dalam jamaah NH)
