Lezaaattt...!!!

Diposting oleh Unknown on Senin, 07 September 2009



"Maah, aku mau buat es buah, nanti sore.."
"Maah, aku mau buat es jelly sekalian supnya mau kubelikan bakso ya...",

Suara celoteh sulung dan bungsuku berencana menyiapkan santap sore buka kami bertiga. Aku mendengarkan permintaan mereka sambil tersenyum. Kuajak mereka menghabiskan qur'annya selepas dhuhur siang terik itu.

Ketika habis ashar, kembali si sulung gelisah. "Mah..Nadia mau masak ya..".

Heran...
Kenapa sibuk urusan dapur begitu gelisah, sedang target ibadah bila belum sempurna tak pernah gopoh hati ini.

Kuajak duduk dua gadisku ini. Kuajak bincang tentang makna puasa.
Puasa ada tingkatan tertentu, dan tingkatan tersebut hanya diri kita sendirilah yang bisa mengukurnya. Tingkatan tersebut antara lain puasa umum, puasa khusus, dan puasa khusus yang dikhususkan.

Puasa dhohiriah,yaitu dengan menahan lapar, dahaga, juga menahan diri dari mengikuti hawa nafsu.

Puasa khusus adalah menahan pendengaran, pendangan, lisan, tangan, kaki dan seluruh anggota badan kita untuk tidak mengerjakan kemaksiatan. Misalnya menahan telinga kita untuk tidak mendengarkan kebohongan, atau menahan pandangan mata kita untuk tidak melihat hal-hal yang mendorong diri kita untuk berbuat kemaksiatan, serta menahan lisan kita untuk tidak berkata bohong pada orang lain. Berapa banyak kebohongan yang kita lakukan tanpa kita sadari baik itu bohong yang bersifat sepele maupun besar. Dan sebagainya.

Puasa khusus yang dikhususkan adalah puasa hati, yaitu puasa hati dari memperturutkan diri untuk memikirkan hal-hal duniawi, menahan diri dari untuk tetap istiqomah hanya memikirkan Allah dan selalu mengingatnya, jika mendapatkan kenikmatan maka tidak pernah lupa untuk selalu bersyukur dan jika mendapatkan musibah tidak pernah mengeluh, selain hanya berkata "sesungguhnya kita adalah kepunyaan Allah dan kepada-Nya kita akan kembali". Inilah derajat tertinggi dari puasa. Kembali pada diri kita sendirilah yang bisa mengukur sampai di derajat manakah puasa yang selama ini kita jalankan.

Keduanya manggut-manggut tersenyum.
"Nah, sekarang terserah kalian, berani berbuka tanpa terputus ingatan pada Allah dengan yang sekedarnya tanpa meninggalkan kesunnahan, atau berbuka atas sekehendak kemauan ?"

Nadia tersenyum,"Ya Mah...".

"Teruskan dzikirnya, turunlah hanya untuk yang penting. Jam 16.30 cukup kan untuk masak sekedarnya, Nak?"



Akhirnya, saat itu ta'jil dengan teh manis dan kue, shalat maghrib berjamaah, shalat sunnah2, mengaji sebentar barulah kami menikmati makan sekedarnya sebelum menunaikan ISya' juga tarawih.

Lezaattt!!! Ternyata benar-benar dari persepsi dan bisa dikendalikan. Bukan dari resep ke resep apalagi warung ke warung. Lezattt, bila lidah merasakan makanan - yang darinya timbul rasa bertuhan.

Lezaattt!!! Bertambah ibadah bila bahan bakarnya makanan halal sekedarnya (secukupnya).

Lezaattt!!! Bila mampu mengendalikan nafsu lidah, nafsu merontanya keinginan.

Lezaatt!!! Bila terasah syukur bukan alhamdulillah jika ada makanan enak, tapi alhamdulillah atas dalamnya maknawi tersembunyi di dalam sebarang makanan.

Lezaatkanlah lidah kami ya Allah dengan mengingatiMu selalu walau berhadapan dengan makanan yang menggoda!
SelengkapnyaLezaaattt...!!!

Di Taman Berkah, Aku Terpesona...

Diposting oleh Unknown



Aku berlindung kepada Allah SWT dari godaan setan yang terkutuk

Bismillaahir rahmaanir rahiim
Dengan menyebut nama Allah SWT Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Marhaban ahlan wa sahlan yaa syahra Ramadhan
Salam dan selamat datang wahai bulan Ramadan

Marhaban ahlan wa sahlan yaa syahral-qur'aan
Salam dan selamat datang wahai bulan Quran

Marhaban ahlan wa sahlan yaa syahran-nur
Salam dan selamat datang wahai bulan (yang penuh) cahaya

Marhaban ahlan wa sahlan yaa syahral-ijtimaa`
Salam dan selamat datang wahai bulan pertemuan

Marhaban ahlan wa sahlan yaa syahral-fuqaraa'
Salam dan selamat datang wahai bulannya kaum miskin

Marhaban ahlan wa sahlan yaa syahrat-tawbati wal-rujuu`
Salam dan selamat datang wahai bulan tobat dan kembali

Marhaban ahlan wa sahlan yaa syahrad-du`aa'i wal-wuquuf
Salam dan selamat datang wahai bulan doa dan wuquf (permohonan)

Marhaban ahlan wa sahlan yaa syahral-fuqaraa'i wadh-dhu`afaa'
Salam dan selamat datang wahai bulannya kaum miskin dan lemah

Marhaban ahlan wa sahlan yaa syahral-ihsan
Salam dan selamat datang wahai bulan Ihsan

Marhaban ahlan wa sahlan yaa syahral-`ushat
Salam dan selamat datang wahai bulannya para pendosa

Marhaban ahlan wa sahlan yaa syahral-fawzi wal-falaah
Salam dan selamat datang wahai bulan kemenangan dan keberhasilan

Marhaban ahlan wa sahlan yaa syahral-munaajaati wat-tasbih
Salam dan selamat datang wahai bulan munajat dan pensucian

Marhaban ahlan wa sahlan yaa syahral-da`wati wal-irsyaad
Salam dan selamat datang wahai bulan dakwah (seruan) dan bimbingan

Marhaban ahlan wa sahlan yaa syahral-taraawiihi wal-qiyaam
Salam dan selamat datang wahai bulan tarawih dan qiyam (berdiri)

Marhaban ahlan wa sahlan yaa syahral-mashaabiiha wal-qanaadiil
Salam dan selamat datang wahai bulan lentera-lentera dan segala cahaya

Marhaban ahlan wa sahlan yaa syahral-khazaa'ini wal-kunuuz
Salam dan selamat datang wahai bulan kantong dan harta karun

Marhaban ahlan wa sahlan yaa syahral-malaa'ikati was-salaam
Salam dan selamat datang wahai bulan malaikat-malaikat dan keselamatan

Marhaban ahlan wa sahlan yaa syahral-ifthaari wal-suhuur
Salam dan selamat datang wahai bulan buka (puasa) dan sahur

Marhaban ahlan wa sahlan yaa syahral-mutsiirati wal-ashabb
Salam dan selamat datang wahai bulan persemaian dan tuli dari segala dosa

Marhaban ahlan wa sahlan yaa syahradh-dhu`afaa'
Salam dan selamat datang wahai bulan kaum yang lemah

Marhaban ahlan wa sahlan yaa syahral-ajri wal-jazaa'
Salam dan selamat datang wahai bulan pembayaran kembali dan pemberian pahala

Marhaban ahlan wa sahlan yaa syahrash-shabri wash-shiyam
Salam dan selamat datang wahai bulan sabar dan puasa

Marhaban ahlan wa sahlan yaa syahras-sa`aadah
Salam dan selamat datang wahai bulan penuh kegembiraan

Marhaban ahlan wa sahlan yaa syahral-miftaah
Salam dan selamat datang wahai bulan kunci

Marhaban ahlan wa sahlan yaa syahral-washli wal-wishal
Salam dan selamat datang wahai bulan penyatuan dan pertemuan kembali

Marhaban ahlan wa sahlan yaa syahral-wadaadi wal-muhabbah
Salam dan selamat datang wahai bulan persahabatan dan cinta

Marhaban ahlan wa sahlan yaa Sayyidasy-Syuhuur
Salam dan selamat datang wahai penghulu dari semua bulan

Lam na`rif qadraka wa lam nahfazh hurmataka yaa syahral-ghufraan
Kami belum memperlakukanmu sesuai dengan kebesaran nilaimu
Tidak pula mensucikanmu, wahai bulan pengampunan

Fa ardha `annaa wa laa tasykuu minnaa ilar-Rahmaan
Namun demikian, ridalah terhadap kami, jangan salahkan kami di hadapan Yang Maha Pengasih

Wa kun syaahidan lanaa bi fadhli wa al-ihsaan
Dan bersaksilah untuk kami dengan kebaikan dan ihsan, amin.


Alhamdulillah ...
Kebahagiaan tak terkira berjumpa dengan Ramadhan karim tahun ini,
Bagaimana tidak lengkap syukurku, jika putriku yang sulung bersedia penuhi harapanku seperti tahun-tahun sebelumnya, full total masuk masjid.

Abuyaku membuatkan bilik kecil dibagian belakang shaf masjid - tempat kami i'tikaf.
Siang malam terhiburkan suara alqur'an dari santri-santri yang nderes atau muraja'ah qur'annya. Sedangkan Nadia bersedia menghabiskan menu dzikir suluk yang super lengkap.

Kadang aku sangat kasihan sekali pada putriku ini. Taatnya padaku gak ketulungan. Tidak pernah membantahku.

Ketika malam tiba, tidur larut dalam kelelahan, dimasjid yang dingin, tak berbantal pun (kalau pakai bantal kasur, pindah tidur namanya), ia melingkarkan tubuhnya disampingku. Sebelum pukul 01.00 kubangunkan, ia melek. Walau tampak ngantuk yang penat, ia mengikutiku menuju kamar mandi masjid.

Hati terasa teriris kebesaranNya,
Ia hadiahkan aku putri begitu shalihah,
Apalah aku ini ... tak ada sempurna sebagai ibunya,
Tapi Tuhanku inginkan getar kehambaanku kentara lewat kuasaNya pada anakku,

Sungguh tak terkatakan megahnya hening malam,
Ketika yang senyap pun menggilirkan angin menggiring dzikir, istighfar kelangit diam-diam,
Begitu gemintang,
Dada pun bergemuruh tak kuasa mengatakan cuma merasakan ...

Hari demi hari berlalu indah bermakna,
HP dipaksa off, FB hanya dibuka membuka milis ta'lim, Nadia sepakat. Wah, seru... Nadia kerap menciumi tanganku, begitu nikmat kurasakan menatap mata gadisku (Oupss...dia dah married kan?). Kuusap kepalanya, serasa baru kemarin aku melahirkannya. HObbyku dulu menciumi pantatnya yang berwarna hijau.

3 Hari kemudian, Ramadhanku diramaikan Fadia, si kecil 5 tahun yang super Pe De. Setiap kali berbagai qasidah entah burdah atau shalawat apapun keluar dari mulut mungilnya. Terasa menghentak-hentak nuansa hatiku. Ya Rasul...rindu...rinduku terbakar dari bibir putri bungsuku.
SelengkapnyaDi Taman Berkah, Aku Terpesona...